Minggu, 16 November 2014

Masuk Bangkel Bahasa


Betul juga sesuai yang saya perkirakan, perbaikan yang diminta Prof bisa saya selesaikan dalam waktu seminggu. Memang tidak banyak sih. Abis itu langsung saya setor ke proofreader. Apa itu proofreader? Ini adalah orang yang bertugas mempelototi penggunaan bahasa Inggris untuk suatu karya ilimiah, misalnya paper atau jurnal, atau dalam kasus ini tesis saya yang sudah selesai secara ‘teknis’ (artinya sudah dioke-in oleh Pak Prof untuk di-submit).

Saya segera kontak si W yang sudah merupakan langganan kampus. Dia ini udah pernah saya pakai buat meriksa bahasa Inggris di paper kedua saya untuk jurnal. Waktu itu paper kira-kira sebanyak 20 halaman ongkosnya $480, dia menghitung 8 jam kali @$60/jam. Wah, lumayan juga ya taripnya, cuman meriksa gitu doang, dapet duit $60 per jam. Saya terus mikir, lha tesis saya ini tebalnya 260 halaman, terus bayarnya berapa? Padahal jatah duit saya tinggal $2800, cukup gak ya?

Oya perlu saya kasitau dulu peraturan pekerjaan ini. Seorang proofreader tidak boleh membetulkan sebuah tesis di softcopy. Dengan kata lain, dia harus menerima satu jilid tesis utuh. Kemudian dia mencoret-coret di situ kata atau apapun yang salah, kemudian si student sendiri yang harus membetulkan di tesis aslinya. Jadi maksudnya adalah bahwa si student harus tau mana yang salah (setelah ditandai oleh si W tadi), dan kemudian membetulkannya (sesuai arahan si W). Emang betul sih, kalo kesalahan dibetulin sama si W langsung kan saya gak tau apa salah saya. Walapun sebenarnya lebih enak sih! Tapi apa boleh buat peraturan tetap peraturan! Ketika saya tanya si W dia mau softcopy apa hardcopy (dengan harapan siapa tau dia betulin di softcopy kan saya gak begitu repot), ternyata dia gak mau. Sesuai aturan dia maunya hardcopy. Ya sudahlah. Dia berjanji akan menyelesaikan kerjaan memeriksa seluruh tesis kira-kira selama 3 minggu.

Karena abis nyerahin tesis gak ada lagi yang saya kerjain, ya saya balik lagi ke Indo, nungguin berita dari W. Langsung saya liburan lagi. Emang enak kalo udah mendekati akhir-akhir gini. Banyak liburnya. Kemarin abis nyerahin draft ke Prof, saya doing nothing 3 minggu. Kini, abis nyerahin ke W, saya libur lagi 3-4 minggu!  Berlainan dengan liburan pertama setelah nyerahin draft tesis ke Prof terus sayanya harap-harap cemas nunggu komentar sang Prof, kali ini saya nyantai-nyantai aja, sambil banyak begadang nonton Piala Dunia di TV. Abis ngapain lagi wong cuma koreksi bahasa doang kok!

Tepat tiga minggu kemudian, email si W dateng dan nyuruh saya meluncur ke Perth. Saya segera meluncur. Begitu ketemu: bener kan banyak salahnya! Terutama adalah penggunaan article a, the, dsb. , penggunaan kata depan macam to, with, between, penggunaan tanda baca koma, titik koma, dsb. Kemudian beberapa kalimat yang gak nyambung. Terus tabel yang tidak rapi, daftar referensi yang tidak sesuai aturan (ada banyak aturan untuk membuat referensi, misalnya APA, Chicago Style, Harvard Style, dsb.). Yang paling malas saya adalah membetulkan daftar referensi, yang apa boleh buat tidak seluruhnya saya laksanakan arahan si W ini. Abis gak ada waktu lagi!

Yang paling menggelikan adalah kesalahan kecil tapi lucu, yaitu waktu saya nulis ‘World Bank’ malah tertulis ‘World Cup’ gara-gara saya kebanyakan nonton Piala Dunia. Ini coretan si W:


Oya untuk kerjaan tesis sebanyak 200an lebih halaman ini, si W minta bayarnya $2600. Untung duit saya masih $2800, sehingga sisa $200!

Segera saya lakukan koreksi yang diperlukan, yang memakan waktu seminggu lagi untuk kemudian disetor alias di-demit, eh di-submit untuk mendapatkan penilaian akhir. Inilah babak paling mengkhawatirkan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar