Selasa, 31 Agustus 2010

Menulis Itu (Tidak) Gampang

Jaman dulu banget, Arswendo Atmowiloto (itu lo pengarang hebat yang pernah masuk penjara!) pernah mempunyai slogan yang sangat terkenal yaitu 'mengarang itu gampang' dan menuangkannya dalam majalah 'hai' sebagai serial untuk menyemangati agar anak-anak muda suka menulis. Saya termasuk salah satu penggemar rubrik ini walaupun tidak satu biji buku atau novel pun yang pernah saya tulis.

Beberapa hari yang lalu, dalam salah satu status facebook temen saya yang lagi S3 di ANU, dia rada mengeluh mengenai sulitnya merangkai tulisan sehingga koheren, nyambung, dan jelas. Saya juga merasakan hal yang sama dan mengomentari statusnya bahwa seharian itu saya cuma berhasil menyelesaikan dua halaman.

Eh, gak taunya temen saya yang lain di La Trobbe gantian mengomentari saya, bahwa sehari bisa dua halaman itu udah bagus banget. Pendapat ini didukung pula oleh penulis pertama tadi dari ANU tadi. Tentunya dalam hati diem-diem saya seneng atas 'keberhasilan dua halaman per hari' tadi!

Ternyata lagi saudara-saudara, setelah bangga dua halaman, besoknya saya hanya bisa menyelesaikan satu paragraf doang, boro-boro satu halaman! Itu juga setelah membolak-balik tujuh buah buku dan tiga jurnal!

Nah, terbukti kan bahwa menulis itu tidak gampang...terbukti juga bahwa Arswendo salah! Hehehe...

Senin, 30 Agustus 2010

Redaksi Yth.

Pengantar: Ternyata ada beberapa pembaca blog yang mengemail saya menanyakan beberapa hal tentang sekolah di Australia. Barangkali jawaban saya berguna bagi pembaca yang lain (walaupun saya bukan ahlinya!), makanya email pertanyaan dan jawaban saya masukkan di blog ini. Jangan khawatir, walaupun emailnya nyata, tapi identitas pengirim saya hilangkan:


Tanya:

Bagaimana kabarnya di Australia pak? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat dan selalu lancar studinya. Saya dapat alamat email pak Budi dari pak O. Saya mau minta saran pak Budi mengenai Beasiswa ADS yang saat ini sudah mulai membuka pendaftaran. Saya tertarik utk mencoba, walaupun mungkin kans saya sangat kecil.

Pertama, kira-kira apa tips khusus dari pak Budi bagi saya yang mau apply program S3? Kedua, jurusan yang saya ingin pilih adalah A. Pak Budi ada saran kira2 universitas mana yang sebaiknya saya tuju? (mengingat S2 saya bukan dari LN). Atau, barangkali menurut pak Budi sebaiknya saya pilih jurusan lain yg mungkin bisa memperbesar kans saya?

Ditunggu jawabannya pak. Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf jika mengganggu. Semoga sukses.

S

Jawab:

Kabar saya di Australia baik-baik saja. Sekarang lagi musim dingin, suhu berkisar 5 derajat (malem) sampai 15 derajat (siang).

Oke, mengenai kans, jangan berkecil hati dulu sebelum mencoba. Saya saja mungkin mencoba sudah 3 kali baru nembus, so kalo pertama kali gagal, masih ada kesempatan, sampeyan kan masih muda:-)

Pertama, bahasa Inggris harus bagus dulu karena itu adalah syarat pertama. Bukan hanya untuk mendaftar di kantor sampeyan (penanya dari salah satu instansi pemerintah) tapi juga untuk saringan pertama di ADS. Kalo belum mencapai 550 (TOEFL internasional), ada baiknya memperdalam dulu atau mencoba tesnya berkali-kali.

Setelah itu, proposal riset. Tidak penting nanti sekolah di jurusan apa, yang penting proposal harus unik, belum pernah dilakukan orang lain (terutama di Indonesia), dan berkontribusi untuk kantor Anda.

Jurusan apa dan sekolah di mana tidak penting, yang penting proposal kita disetujui oleh salah satu profesor di Australia untuk dia supervisi. Cara mencari supervisor, Anda harus punya proposal yang bagus dulu, baru kirim ke profesor di manapun sesuai keinginan, tentunya sesuai dengan keahlian si profesor. Kalo belum mendapat profesor, peluangnya lebih kecil. Cari di internet universtas di Australia dan nama-nama profesor beserta keahliannya di situs universitas tersebut.

Cara/template membuat proposal ada di situs ADS, tapi yang dikirim ke profesor harus berbentuk essay, bukan poin-poin seperti di template ADS. Itu hanya poin pengingat saja.

Oke, segitu aja.

Demikain mudah-mudahan membantu


Tanya:

Halo mas, apa kabar ? Aku N, kerja di instansi G. O iya, aku udah tau kabar mas Budi via blognya. Aku mau ikut daftar ADS ngambil S3 seperti mas Budi. Tanyanya mulai dari mana ya? Topik risetnya apa yang bagus? Aku ada pikiran mau ngambil topic Y khususnya mengenai X. Tapi blm tau mau nulisnya gimana? Kata mas Budi di blognya, risetnya harus jelas tujuannya sehingga membuat pewawancara bisa nangkap maksudnya. Nah kalo topik saya itu kira-kira bisa ga? Gimana nyari supervisor dan universitasnya ? Aku hanya tau Mr. J dan M yang pernah ngajar aku dulu. Memang masih panjang prosesnya. Sekarang baru mau masukin pendaftaran. Tapi mesti mempersiapkan universitas dan supervisor sebelum diwawancara nanti.

Mohon pencerahannya. Mungkin nanti2 bakalan banyak pertanyaan. Boleh kan?

Jawab:

Dear N,

Wah hebat mau daftar S3. Sip dah! Pertama bikin proposal dulu yang punya manfaat buat Indonesia. bisa segala macam. Jangan lupa daftar pustaka minimal 10 buku. Baru browsing ke universitas, cari profesor. Profesor setuju baru apply.

Gitu dulu kali ya?


Tanya: Ini sambungannya yang di atas:

Dear Mas Budi,

Terima kasih atas email balasan. Aku minta info Universitas yg ga terlalu neko-neko sama toefl dan ielts. Kalo monash dan unsw, minta ieltsnya tinggi bgt 7, toefl, 577 (bagi aku tinggi...hehehe) dan ada writing dan speaking segala (TWE). Toefl aku cuma 533 kalo digenjot lagi plg2 550, itupun ga pake TWE. Gimana kira2 ada ga universitas yg minta toefl/ielts ga terlalu tinggi spy aku sanggup nggenjotnya ( becak kalee..).

Gitu dulu kali ya
Many thanks.


Jawab:

Tetap semangat, jangan nyerah sama TOEFL. Kayaknya kalo gak salah semua uni di sini mengharuskan IELTS deh, dan IELTS pasti ada writing dan speaking, sedangkan kalo TOEFL yang sekarang kayaknya juga pakai itu (aku gak yakin mengenai TOEFL, karena pakainya IELTS).

Kalo mau skor yang agak rendahan, mungkin universitasnya yang rada ranking bawah kali ya? Sebenarnya ranking gak masalah yg penting kan lulusan luar!
Mengenai ranking uni di Australia, udah aku post di blog-ku mungkin tiga hari yang lalu. Cari aja di situ, ketemu nama uninya, tinggal browsing!

Oke, gitu dulu, kalo ada apa-apa lagi, email aja jangan ragu-ragu.

Budi

Tanya: ini masih yang tadi, nyambung lagi:

Dear Pak Budi,
Pa Kabar? Pasti lagi melototin artikel. Tanya dong mas. Apa beda Postgraduate Coursework dengan Postgraduate Research? Trus, yang harus diambil untuk beasiswa ADS hanya postgraduate research aja atau boleh yang coursework. Kalo coursework itu kursus aja atau S3 juga? Yang diambil mas Budi coursework atau research ? Aku udah coba email dengan melampirkan research proposal ke the University of Sydney dibales sama dia seperti email di bawah ini. Kalau diklik link Entry requirement, persyaratannya harus Master LLM (research). Padahal aku mau ngambil topic Y. Di fakultas hukum dia, ada dua jurusan hukum itu sendiri dan Y. Kira-kira aku masuk persyaratan ga? S2 aku dari T (dalam negeri), kuliah 2 tahun ( 4 semester), pake karya akhir atau thesis. Apakah itu bisa dikatakan Master Research?
Tolong kasih masukan kalo ada waktu.

Jawab:
Dear N,

S3 yang ADS harus research. Bedanya adalah kalo coursework ya berarti kuliah, kalo research berarti riset murni (kuliah diambil kalo ada yang perlu (biasanya pembimbing yg nyuruh), kalo campuran ya campuran. kalau s3 australi jangan ngambil yang law karena susah banget, mending yg lain aja.

Proposal jangan dikirim ke universitas, tapi ke profesor tertentu di unversitas tsb, cari datanya di website uni ybs.Jjangan khawatir, kalo salah kirim ke profesor yg bukan ahlinya biasanya dia akan forward ke profesor lain yg ahli dalam bidang tersebut. Biasanya kalo di S2nya ada tugas akhir tesis, bisa dikatakan s2 research. Aku juga dulu s2 biasa, bukan reserach, tapi krn tugas akhir ada papernya diangap research juga.

Mungkin gtu dulu ya
salam,

Sabtu, 28 Agustus 2010

Nonton Avatar (Lagi)

Sabtu siang, sambil belanja mingguan saya bermaksud menonton Avatar 3D versi panjang di city. Saya penasaran juga, karena baru kali inilah saya nonton film di luar negeri. Nama bioskopnya Picadilly, seperti nama tempat hiburan malam di Inggris sana. Harga karcis $18 dolar, mahal ya?

Pas sudah jam yang ditentukan, saya segera masuk studionya. Eh, gak tahunya diundur seperempat jam. Gara-garanya sepele, studio sedang dipakai foto-foto pre-wedding. Ada-ada saja.. rupanya pasangan penganten pengemar bioskop kali, satu studio disewa sebentar, terus foto-foto dengan kacamata 3 dimensi! Rada unik juga, walaupun mengorbankan penonton beneran!

Bioskopnya sepi banget, penonton avatar 3D cuman 6 orang! Merupakan jumlah penonton tersedikit sepanjang hidup saya! Filmnya sendiri tetep bagus seperti Avatar 3D versi sebelumnya yang sudah saya tonton di BSD sana (ya iyalah!), dengan penambahan adegan kira-kira 8 menit apa 18 menit saya lupa, kalau kata internet. Penambahannya di mana ya saya tidak hapal tentunya. Yang pasti nontonnya tetep semingunen dan gringgingen kalo pas jagoannya ada di ketinggian. Tidak habis heran saya ngeliat kecanggihan si James Cameron. Gile bener itu detailnya,daun-daunnya, makhluk bercahaya yang berkilauan, terus hutannya dan hewan-hewannya yang ajaib, bener-bener membuat Steven Spielberg tidak ada apa-apanya!

Pulang nonton, langsung buka puasa sama fish&chips (dari fastfood RedRooster, $8.50) yang tumben kali ini kurang enak!

Rabu, 25 Agustus 2010

Pasti Nggak Akan Laku di Indonesia....

Barusan saya menemukan sebuah website yang membuat saya ngakak. Iseng-iseng saya browsing mencari alat-alat masak, maklum panci saya kurang satu lagi untuk membuat kolak, saya ketemu sebuah merk alat masak yang rupanya sangat terkenal di dunia, dan juga di Australia sini. Barangnya buatan Jerman..

Mereknya apa, lihat aja sendiri di bawah ini (saya gak tega nyebutnya) yang dikemas dalam sebuah website yang menarik! Untung barang ini gak dijual di Indonesia, karena pasti gak laku!!

Buat masak gitu loo...


Senin, 23 Agustus 2010

Sepakbola Gadungan

Waktu di Amrik selama dua tahun saya gak bisa memahami satu olahraga yang disebut football sama orang sana. Lapangannya bergaris-garis menunjukkan meter. Pemainnya mengenakan segala macam pelindung, dari helm cakil, pelindung dada, pelindung pundak, lutut, kaki (mirip lagu anak-anak: kepala pundak lutut kaki..kepala…). Semuanya deh! Pemainnya entah berapa tapi banyak lebih dari 10, bolanya lonjong.

Walaupun namanya football tapi bolanya bukan ditendang ataupun digiring, melainkan dibawa ke depan ataupun dioper ke temennya yang lain pakai tangan. Bola ditendang kalo mau mencetak gol aja, dengan gawangnya yang setinggi genter. Tujuan permainan bukan mengegolkan (karena skornya lebih kecil), melainkan membawa lari bola dan menyentuhkan bola itu ke tanah (disebut touchdown). Nah, tentunya lawan mempunyai tujuan yang sama. Caranya bukan dengan merebut bola (karena bolanya lonjong jadi didekap sama pembawanya), tapi dengan menjatuhkan si pembawa bola siapa tau bolanya mencelat; atau dengan memotong lemparan umpan biar gak nyampe ke tangan temen si pelempar. Segala cara digunakan untuk itu: menghadang lari, memegang badan lawan, menabrak, menubruk (sama gak menabrak sama menubruk?), pokoknya segala macam deh… makanya di Amrik, semua bagian badan pakai pelindung.

Kira-kira beginilah gambarnya. Saya tetep belum ngerti kenapa namanya football. Untuk membedakannya orang Amrik menyebut sepakbola kita sebagai ‘soccer’, dan dia tetap membajak nama football untuk olahraga aneh itu; kadang-kadang disebut ‘American football’ untuk orang bule di luar Amrik.



Eh, gak tahunya di Australia sini, saya ketemu lagi dengan yang namanya ‘football’ . Nah, yang ini jauh banget pengertiannya dengan American football yang tadi. Namaya di sini disingkat jadi ‘footie’ atau ‘Australian-ruled football’ untuk membedakannya dengan ‘American football’. Yang ini juga aneh: bolanya sama-sama lonjong, tapi lapangannya berbentuk lingkaran. Aneh, ada lapangan olahraga berbentuk lingkaran! Tujuannya bukan touchdown, tapi tetep bikin gol. Gawangnya juga setingi genter.

Bolanya bukan disentuhkan ke tanah atau dilempar ke gawang, tapi ditendang (nah, rada cocok nih dengan pengertian football!). Bolanya tidak bisa digiring (kan lonjong!), melainkan diumpan dengan tangan (seperti pemain voli ibu-ibu mau servis!) ke pemain lain, ataupun ditendang biar ditangkap temennya. Di sini pemain boleh ditabrak atau ditubruk tapi tidak begitu brutal seperti Amrik. Seperti halnya football di Amrik, football yang ini juga cabang olahraga paling popular di negeri kangguru. Kira-kira beginilah gambarnya. Pemain tidak pakai pelindung.




Nah, anehnya, yang disebut sebagai football di Amrik, di Australi disebut sebagai rugby. Ini olahraga terpopuler nomer dua di sini setelah football yang tadi. Peraturannya hampir sama dengan Amrik, sama-sama lapangannya kotak bergaris-garis, dan membuat touchdown! Hanya di sini pemainnya gak pakai pelindung. Jadi lebih banyak yang berdarah-darah, tulang patah, atau muka bonyok! Inilah gambarnya!




Terus, sepakbola kita alias soccer? Ya ada, di sini namanya soccer juga, termasuk agak popular lah, buktinya Australia barusan masuk Piala Dunia walaupun gak nyampe ke putaran dua!

Rabu, 18 Agustus 2010

Sebuah Rekor yang Aneh

Saya tadinya tidak menyadari bahwa saya sudah menciptakan sebuah rekor yang aneh, yaitu tidak bercakap-cakap dengan orang selama tiga hari berturut-turut!

Saya terakhir menelpon keluarga malam Minggu lalu. Terus hari Minggunya saya di rumah saja, karena cuaca dingin banget, kalo keluar rumah jadi gampang laper!

Hari Senin dan Selasa saya ke kampus, ngerjain proposal dari jam 9an pagi sampai jam 16an. Tahu sendiri dong kerja di perpus berarti ngetik di cubicle (itu lho sekat-sekat berbentuk kotak!) selama itu. Entah mengapa saya tidak ketemu dengan seorang temen pun di situ, juga tidak ke kantin (kan puasa!). Alhasil, saya tidak ngomong selama tiga hari lebih dari Minggu sampai Rabu sore tadi. Selama itu saya cuman ngobrol sama istri lewat YM aja! Palingan waktu naik bis bilang sama sopir 'good morning' aja atau 'good afternoon' waktu masuk bis. Selainnya diam...Nyampe rumah ya diam aja, abis ngomong sama siapa?

Sampai saya sadar bahwa saya sudah membuat rekor tidak ngomong itu tadi! Baru Rabu malem ini saya nelpon ponakan di BSD buat ngucapin selamat ulang tahun, dan ngobrol sama orang-orang yang lagi pesta ultah di situ..!

Aneh gak sih?

Sabtu, 14 Agustus 2010

Ngabuburit….

Ada yang menanyakan gimana rasanya puasa di Perth? Ya sama aja ternyata, lapar dan haus! Enaknya imsak di sini jam setengah enam pagi, magribnya jam enam kurang seprapat, jadi ngirit satu jam. Gak enaknya, udara dingin jadi gampang laper, terus di sini sorangan wae alias harus buat kolak sendiri (saya ternyata bisa lho bikin kolak!), dan yang terakhir di sini gak ada acara tv yang paling ditunggu yaitu azan magrib! (Dulu favorit saya azan magrib di RCTI, bukan karena muazinnya bagus tapi karena dia azan paling cepat stasiun tv lain!).

Daripada bengong, tadi siang saya ngabuburit. Bukan sekedar ngabuburit, tapi sekaligus nempur alias beli beras! (kasian yak?). Tujuan ke mana lagi kalo bukan ke city, karena tempat itulah yang terdekat, naik bis cuman 15 menit (nunggunya yang lama karena lupa ngecek jadwalnya!). Sampai di city segera menuju ke bulevar yang mirip pasar baru itu. Rupanya banyak banget yang sama pikirannya dengan saya karena saya lihat segala rupa orang pada ngabuburit juga, apakah bule apakah turunan Cina yang banyak banget di sini apakah turunan bangsa-bangsa lain. Bedanya mereka pada ngabuburit sambil nongkrong di kafe makan minum ataupun makan sambil jalan…

Pertama saya liat di lapangan orang kok rame banget, seperti kampanye pemilihan Perdana Menteri. Ternyata benar, tapi bukan partai utama Labor Party maupun Liberal Party melainkan Australian Sex Party! Beneran, saya gak bohong. Warna kaosnya kuning seperti salah satu partai besar di Indonesia. Yang dikampanyekan adalah persamaan hak. Tapi bukan sembarang persamaan hak melainkan menuntut disahkannya perkawinan sesama jenis. Masya Allah! Rupanya dia mau meniru negara bagian California sana yang membolehkan kawin sesama jenis. Yang berkerumun di situ kebanyakan adalah anggota LBGT (itu lo singkatan dari Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender, gak usah saya jelaskan masing-masing ya?). Ngeliat tingkah polah penontonnya saya senyam senyum sendiri!

Bayangin, udah pakaiannya sangat ngejreng, rambutnya warna warni, mereka pun tidak risih bergandengan tangan ataupun berciuman mulut di depan umum, padahal mereka sesama jenis lho… saya udah nyaris memotretnya, namun saya trauma dimarahin bule jadi motretnya dari jauh aja! Tidak lupa juga ada tarian sexy wanita (kayaknya mantan pria deh!) berpakaian minim yang seronok berlenggak-lenggok dengan dahsyatnya! Lihat foto di latar depan yang bergandengan tangan, itu dua-duanya cewek!




Yang kedua yang membuat saya terhibur adalah penampilan seorang penari jalanan.
Penonton sangat banyak membuat lingkaran berbentuk kotak (masak lingkaran berbentuk kotak?). Ya pokoknya gitu deh.. Penarinya bule sendirian, diiringi musik kayak breakdance jaman dulu. Segala rupa tarian dilakukan, kayak sidewalk dan moonwalk ala Michael Jackson, juga ada gaya pantomin segala ala Septian Dwicahyo (kemana orang ini sekarang ya?), juga ada melibatkan penonton wanita dan pria yang malu-malu kucing diliatin banyak orang. Music pengiringnya juga lagu-lagu yang sangat popular macam Billie Jean-nya MJ, lalu Enrique Iglesias dan semacamnya. Bener-bener jago!

Yang paling saya kagum adalah waktu dia seolah-olah lari cepat banget, padahal hanya lari di tempat..lalu disambung dengan slow motion larinya itu. Wah, asli mirip banget dengan slow-motion di tivi diiringi dengan music yang juga slow…ini baru bener-bener saya baru liat gaya nari kayak gitu. Pertunjukan berlangsung cukup lama, ada kali setengah jam, sampai dia gembrobyos! Terakhir waktu dia nutup pertunjukannya dia terus terang bilang bahwa dia penari professional yang hidup dari menari, maka diharapkan partisipasi penonton. Tidak diragukan lagi banyak penonton yang dengan sukarela mencemplungkan duitnya ke topi lebar yang dipegangnya. Saya pun tidak ragu menyumbang dua dolar saking terhiburnya!

Demikian laporan pandangan mata..