Senin, 05 Juli 2010

MASAK-MASAK SENDIRI…

Dulu kala ada lagu dangdut yang kurang lebih reff-nya begini:

Masak, masak sendiri…
Makan, makan sendiri…

(Atau itu iklan kompor gas ya?)

Mestinya lagu itu ditambahin dengan “nyuci, nyuci sendiri…” Ya, soalnya habis makan, harus cuci piring sendiri (sebuah pekerjaan yang sudah 7 tahun tidak saya lakukan, tepatnya terakhir tanggal 11 Mei 2003 di Amrik sana). Belum lagi nyuci baju di laundry umum sekali seminggu dengan tarif $2,40 sekali giling (belum termasuk $2 punya saya yang tertelan mesin karena belum bisa pakenya), dan untuk mengeringkan $1,2 sekali putaran (tapi langsung kering).

Awal lagu itu juga mestinya ditambahin dengan “belanja sendiri” karena jarak pasar (eh, maksudnya swalayan) dari apartemen saya lumayan jauh, mungkin 1 kilo lebih, berangkat menurun pulang nanjak, jalan kaki! Belanja bumbu dan bahan lumayan menghabiskan pulsa karena harus konsultasi via sms 8 kali dengan istri tercinta nun jauh di sana nanyain bumbu dan bahan apa saja yang harus dibeli.

Nyampe rumah langung masak. Masakan pertama nasi goreng dengan bumbu instan, lumayan berhasil, walaupun rada keras. Masakan berikutnya bikin sop ayam, yang saya nilai sendiri sangat enak (sebuah penilaian yang sangat subjektif tentunya!). Selain cukup repot, ternyata masak juga menghabiskan pulsa karena bolak-balik konsultasi dengan nyonya…

Pelajaran dari masak-memasak ini:

- Ternyata wortel itu keras dan susah motongnya, pada mencelat kesana kemari
- Ayam yang dari kulkas kerasnya kayak kayu, harus pake golok motongnya (atau kalo gak ada golok, ya diempukin dulu dengan ditaruh di kran air panas)
- Panci yang saya beli ternyata kekecilan: waktu merebus ayam, airnya pada numpahin kompor
- Kalo bikin nasi goreng, ayamnya harus disuwir-suwir, bukan dipotong-potong karena jadi alot
- Kenikmatan makan jadi berkurang karena membayangkan harus cuci piring sesudahnya. Supaya gak berkurang kenikmatannya, cuci piringnya ntar-ntar aja
- Di supermarket sini gak ada tempe, entah di mana ntar nyarinya
- Terakhir, untuk Anda yang dimasakin sama Ibunda, jangan sekali-kali ngeremehin masakannya, karena memang ternyata masak itu membutuhkan keahlian dan kesabaran tersendiri….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar