Kamis, 21 Oktober 2010

Satu-satunya di Dunia...

Sepanjang sejarah perjalanan keliling dunia saya (halah!), saya baru menyadari bahwa bandara di Indonesia adalah yang terunik di dunia, yaitu satu-satunya yang pakai bayar airport tax! Kalo di bandara Soekarno Hatta lokal 40ribu, internasional 150ribu rupiah. Kalo di Semarang cukup 25ribu saja..

Yang sudah saya alami di 4 benua: Asia (Singapore, Osaka, Madinah, Jeddah), Amerika (Chicago, Raleigh/Durham, San Fransisco, LA, Las Vegas, Houston, Minnesota/ Minneapolis, New York, Ottawa), Eropa (Frankfurt, Istanbul, Ankara), dan Australia (Perth) sini, tidak satu sen dolar pun saya bayar! Aneh gak sih Indonesia ini? Mungkin di Afrika, yang saya belum pernah, ada kali semacam airport tax ini saya gak tau..

Kayaknya di negara-negara tersebut, airport taxnya langsung masuk di harga tiket dan nanti pihak maskapai yang menyetor ke pengelola bandaranya sesuai jumlah penumpang yang diangkut. Mengapa Angkasa Pura tidak bisa menagih ke maskapai, malah suruh penumpang bayar langsung, yang jadi merepotkan? Apa tidak takut risiko duitnya pada 'bocor' di tengah jalan? Atau malah justru 'kebocoran' itu yang diharapkan?

Akhirnya Main Bola Juga...

Setiap saya jalan-jalan keliling Perth, saya selalu kemecer liat lapangan bola yang mulus-mulus di kanan kiri jalan. Pokoknya di sini taman banyak banget, dan tiap taman ada lapangan bolanya lengkap dengan gawangnya. Udah gitu gratis, dan jarang orang yang main ...kalo di Indonesia lapangan bolanya sebanyak di sini tentunya PSSI gak akan dipecundangi Uruguay 1-7!

Tersebutlah ada salah satu klub bola di sini yang namanya klub Manning, anggotanya banyakan orang Indonesia, tapi beberapa orang bule juga ada. Nah, si Manning ini kebetulan mau bertanding sama kesebelasan Konsulat. Nah, giliran si PS Konsulat kekurangan orang, makanya saya di-bond buat main. Saya emang sebelumnya udah beli sepatu bola lengkap dengan kaos kaki panjang dan dekkernya, adidas, total harganya $74 (biasanya saya pakai nike tapi kebetulan lagi gak ada korting di sini!)

Sabtu kemarin kami meluncur ke lapangan bola kampus, wah bener-bener rumputnya mantap dan lapangannya rata! Kalo cuma lapangan Sumantri di Kuningan yang sewanya 600ribu sekali main ataupun lapangan Simpruk yang 450rb sekali main mah agak ada apa-apanya...apalagi lapangan Blok S yang tiga perempat gundul itu..di kampus Curtin ada sekitar 5 lapangan bola jadi tinggal pilih semua gratis, tis!

Ternyata saya yang udah lama gak main, jadi gampang capek! Baru 10 menit udah ngos-ngosan, kayaknya udaranya lebih tipis dibanding Indonesia deh (alasan!). Terpaksa keluar masuk gantian, kan boleh, namanya juga sepakbola amatir! Alhasil PS Konsulat kalah 2-5. Gapapa deh yang penting udah ngerasain main bola di negeri orang! Tapi itu juga bukan yang pertama. Dulu waktu di Amrik juga saya main, cuman waktu itu mainnya di lapangan karpet jadi gak seru karena taku cidera...

Demikian laporan dari gelanggang ke gelanggang..

Buat Yang Penasaran: Harga Kebutuhan Pokok

Buat yang penasaran apakah harga di Perth lebih murah atau lebih mahal, berikut kutipan dari struk belanja saya hari ini. Catatan: harga dalam dolar Australi, kurs sekarang AUS$1=Rp. 8.700, silakan konversi sendiri:

sandal jepit buatan China (ternyata bahasa enggresnya sandal jepit=thongs, aneh ya?) $1.99, brokoli satu bonggol $0.91, tomat dua biji $1.96, kol setengah bulet $1.74, seledri satu iket $0.94, telor 6 butir $4.29, sup ayam instan tinggal tuang air panas isi 2 sachet $1.83, bawang bombai satu buah segede bola tenis $1.04, daging sapi 0.6kg $7.48, ayam drumstick 0.6kg $6.55, jus jeruk dua liter temen sarapan $4.99, susu coklat seliter $3.57, sup ayam sekaleng 535 gram $2.79, salad udang seporsi $6.99, energy bar mars satu biji $0.99, powerade energy drink $2.94, indomi kuah/goreng $0.5, bumbu instan indofood $0.99, peyek kacang udah mateng sebungkus $4.5

Demikian laporan dari pasar induk cipinang...

Selasa, 05 Oktober 2010

Pura-pura Jadi Bule

Saya kadang-kadang suka heran kenapa bule-bule pada seneng berjemur, seperti gambar berikut ini:

Bahkan pernah di siang bolong jam 12, ada sesi foto bersama seperti di bawah ini, mungkin sedang perpisahan:


Karena penasaran apa sih enaknya berjemur, pada suatu siang yang panas banget, dengan semangat 'masuk kandang kerbau melenguh, masuk kandang kambing mengembik' saya sengaja mengembik, eh salah, berjemur diri. Dengan ditemani fish and chips (ya iyalah masak berjemur sambil makan sayur lodeh, kan gak mungkin!) dan segelas coca-cola, serta pakai kaca mata item, saya mencoba menikmati makan siang dengan duduk di rerumputan di bawah terangnya sinar matahari langsung.

Hm, memang enak...sambil comak-camik menikmati hidangan makan siang seharga $9.3 tadi. Teringat jaman dulu di desa kalo lagi panen padi, makan siang di gubuk di tengah sawah dengan nasi bungkus, botok tempe dan teri, dan minum teh dengan teko alumunium, nikmatnya tak terkira. Singkat kata satu dua menit enak, anget-anget gimana gitu...Eh, setelah lima menit dan seterusnya ternyata rasanya panas banget! Menyengat, gitu kira-kira,dan juga kepala rada pusing nyut-nyutan, maklum rambut udah mulai menipis. Mau pergi rasanya gengsi dong, masak kalah sama bule! Tapi ditahan-tahan kok lama-lama tambah panas.Wah, akhirnya setelah 8.5 menit saya gak tahan! Langsung pindah ke bawah bayang-bayang pohon. Lumayan. Herannya kok bule-bule itu masih betah aja ya? Padahal pakaian mereka lebih minim lho dari baju saya....

Gagal deh saya menyamar jadi bule pada hari itu! Dan saya masih heran kok mereka pada kuat-kuat ya?

Senin, 04 Oktober 2010

Kisah Sebuah Proposal

Masih ingat kan tahap pertama jadi PhD? Yak betul, bikin proposal, atau kalo di tempat saya namanya candidacy. Jatuh temponya 6 bulan sejak terdaftar sebagai student PhD. Bentuknya ya paper proposal penelitian, panjang maksimal 10 halaman tidak termasuk referensi. Jumlah referensi tidak ditentukan, kata teman saya sih 30 buku/jurnal sudah cukup.

Nah, entah bagaimana, si prof bilang pokoknya kamu awal november harus kelar ya candidacy! Wah, gaswat nih, itu kan berarti hampir dua bulan lebih cepat dari jadwal yang 31 Desember! Makanya saya gulung koming jungkir balik menyelesaikannya. Kamis dua minggu kemarin proposal riset kasar saya serahin ke si prof, dengan referensi 55 buku/jurnal. Dengan semangat mengharapkan 'wah, kamu cepet banget bikinnya', saya serahkan si proposal itu. Tapi apa reaksi si prof? Dia tidak melihat isi proposal saya, tapi langsung lihat referensi, terus dengan tenangnya bilang: kayaknya referensimu kurang nih, coba bandingin dengan si Anu (mahasiswa bimbingan dia yang lain), dia lebih banyak tuh!

Kapokmu kapan?! Wah, 55 ternyata kurang, lagian jumlah halaman kebanyakan...Jadi minggu ini saya ngerjain dua hal sekaligus: menambah bacaan sekitar 20 buku/jurnal lagi plus memendekin si proposal. Cari tambahan buku susah, apalagi mendekin proposal, kalo dipendekin berarti daftar buku berkurang, padahal malah suruh nambah!

Jadilah minggu kemarin saya lagi-lagi tersesat di dunia maya, mencari database jurnal dsb yang berhubungan dengan topik. Terus ternyata memendekin proposal susah banget lho dengan mengingat isi yang gak boleh berubah. Lumayan mumet...

Untunglah Senin ini semuanya sudah mendekati selesai, tinggal dikit lagi proposal saya sudah mengkeret menjadi 10 halaman, dengan daftar pustaka yang memanjang menjadi 77 buku!

Awas ya pak prof kalo dinilang kurang lagi...

Jalan-jalan Lagi

Minggu kemarin, acara saya penuh dengan jalan-jalan bersama rombongan orang Indo di sini (3 mobil), maklum cuaca lagi bagus. Pertama ke PRJ-nya Perth, namanya Perth Royal Show. Kedua, pergi ke Mandurah, sekitar 60km dari Perth.

Perth Royal Show persis sama dengan PRJ, lamanya sebulan, banyak mainan, banyak barang dijual. Cuman bedanya ada atraksi ketangkasan motor trail, bukan seperti tong setan, tapi seperti yang di ESPN itu, motor jungkir balik di angkasa, terus terang belum pernah saya lihat di Indonesia, dan memang bagus. Lalu ada pesta kembang api yang lumayan bagus. Seingat saya sepanjang hidup, inilah kembang api terbagus nomor 2 yang pernah saya lihat. Yang terbagus pertama dulu ada di Monas waktu perayaan 50 tahun Indonesia merdeka. Itu lho yang besoknya Benyamin S meninggal dunia karena kecapean!



Hari minggunya ke Mandurah, kota pantai seperti Freemantle tapi lebih besar dan bagus. Habis ke pantai ke desa miniatur, seperti kota apa gitu di Belanda yang semua bangunannya dibuat miniatur. Lumayan, ada maze segala, cocok buat anak-anak.




Yang Saya Gak Paham: Toilet (Lagi)

Bukannya kurang kerjaan kalo saya ambil gambar toilet berikut ini:



Gambar kayak gitu hampir selalu ada di toliet umum. Saya rada heran maksudnya: ini nyuruh toilet jadi tempat suntik narkoba atau bagaimana ya?